image

Solobrita.Com – Semua pekerjaan pasti ada resikonya , dari yang bermodal uang hingga bermodal dengkul pun sama saja , pasti ada resikonya .

Hidup di Kota memanglah mahal “Tak kerja maka tak makan”, itulah ungkapan yang paling pas di terapkan untuk hidup di kota. Oleh karena itu, banyak orang melakukan segala cara agar dapat memenuhi kebutuhan hidup di kota, betul kata Haji Rhoma “1001 macam cara orang mencari makan, dari menjual koran hingga menjual kehormatan”.

Seperti halnya yang di lakukan oleh pengendara ojek online ini, di bekuk oleh polisi karena tertangkap tangan pelihara tuyul. Lah kog bisa , ngapaian miara tuyul jika masih ngojek ?
Hahaha…biarpun terdengar serem , tapi yang di maksud “Tuyul” disini bukanlah Tuyul mistis, jin ataupun setan.
Tuyul yang marak di kalangan ojek online ini adalah perkembangan dari dunia Technology yang terdapat pada smartphone.

Tuyul yang dimaksud adalah sebuah aplikasi untuk memalsukan orderan oleh para mitra ojek online. Hanya dengan duduk santai dirumah sambil bermain smartphone, tanpa susah payah antar jemput penumpang, pelaku bisa mendapatkan uang banyak dari hasil bonus order palsu tersebut. Biasanya aplikasi yang digunakan yaitu Mock Location,Fake GPS ataupun sejenisnya, jadi mereka dapat mengendalikan GPS mereka seolah-olah sedang mengantar penumpang.
Jika tidak bisa ya biasanya hp di root dulu .

image
Ilustrasi aplikasi tuyul

Dikarenakan semakin banyaknya ojek online yang tidak seimbang dengan banyaknya orderan, para mitra ojek online ini akhirnya mencari jalan keluar untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan tentunya bisa ditebak , pasti dengan jalan yang tidak halal alias bermain curang .

Seperti yang dilansir dari liputan6.com(03/02/3018). Di makassar ada tujuh orang pelaku order palsu yang di ringkus oleh polisi karena menyalahi kode etik perushaan ojek online tersebut. Tujuh driver curang tersebut ditangkap di sebuah rumah kos di Jalan Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, Makassar. Mereka berinisial IGA, AQM, RJ, HR, KFP, TR, dan TB.

Tak hanya itu, pelaku juga memanipulasi pendeteksi lokasi agar tidak diketahui oleh perusahaan ojek online tersebut. Dalam sehari driver online tersebut biasanya memanipulasi 15 orderan penumpang fiktif agar mencapai target yang dibebankan oleh pihak perusahaan.

Perbuatan tersebut sangatlah merugikan perusahaan maupun mitra lain yang benar benar bekerja untuk mendapatkan orderan.

Kasian si Tuyul ya , gak tau apa-apa ikut disalahin .
Orang Indonesia memang jago kalau ginian , kamu termasuk salah satunya gak bro ?

Jangan yah , nyari duit yang halal saja , masa anak bini dirumah dikasih duit haram .

Iklan