Mahasiswa Cantik Ini Sumbangkan Kepala dan Organ Lainnya Setelah Meninggal , Kata Wasiatnya Bikin Haru

image

Solobrita.Com – Kematian adalah rahasia Ilahi dan kita memang tidak akan pernah tahu kapan maut menjemput kita.
Bisa saja di saat kita merasa masih muda, justru kematian itu datang.

Hal inilah yang dialami oleh seorang gadis Tiongkok. Dia adalah seorang mahasiswi doktoral yang menderita sebuah penyakit berbahaya yang dengan cepat melemahkan tubuhnya.

Dilansir dari Grid.ID ,  dia bernama Lou Tao, gadis yang baru berusia 29 tahun.
Dia menghadapi kematian sejak didiagnosis menderita sklerosis lateral amyotrophic (ALS).
Dia mengetahui dia sakit pada bulan Oktober 2015 saat dia tidak bisa menggerakkan jarinya.
Dia menjalani beberapa tes dan akhirnya didiagnosis ALS pada bulan Januari tahun lalu.

Meski dirawat di ruang perawatan intensif, Lou yang bercita-cita menjadi profesor sejarah itu tidak pernah menyerah untuk studinya.
Dia mendengarkan lebih dari 60 buku selama dirawat di rumah sakit.
Saat Lou berada di rumah sakit People’s Daily melaporkan Lou menulis surat wasiat terakhirnya saat dia masih memiliki kesadaran penuh.

Dia menulis, “Setelah saya meninggal dunia, saya ingin menyumbangkan kepalaku untuk dipelajari secara medis dan berharap penyakit ALS bisa segera diatasi sehingga penderita penyakit ini bisa menyingkirkan rasa sakitnya. Tolong ikuti kata-kata saya: saya juga ingin menyumbangkan semua organ saya yang lain kepada pasien yang membutuhkan, selama itu dapat membantu menyelamatkan nyawa mereka.”

Dengan pedih orang tuanya menandatangani surat wasiat itu.
Ternyata dia juga tidak ingin dimakamkan.
Wanita muda tersebut juga menyatakan bahwa dia tidak menginginkan pemakaman, tapi lebih memilih abunya disebarkan di Sungai Yangtze.

Dia berkata, “Tolong biarkan saya pergi dengan tenang, tanpa jejak, seolah-olah saya belum pernah berada di dunia ini.”

Salah satu kalimat paling pedih yang dia tulis dalam surat wasiatnya berkata, “Makna hidup tidak ditentukan oleh berapa lama atau hidup pendek. Sebaliknya, itu diukur dari kualitas kehidupan seseorang.”

image

Kalimat itu sungguh berbicara karena Lou meninggal saat masa depan yang cerah ada di depan mata .
Cerita Lou menyentuh hati banyak orang sehingga pendukungnya berhasil mengumpulkan Rp 2 miliar untuk membantu biaya perawatan Lou.

Lou akhirnya bisa menyumbangkan seluruh organ tubuhnya pada 9 Oktober setelah meninggal dunia .
Meski telah tiada, senyum dan wajah Lou yang cerah akan diingat oleh banyak orang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s