Bogor Ditetapkan Sebagai Kota Termacet Kedua Di Dunia

image

Perhatikan yang berwarna hijau , ini bukan kampanye partai politik

Solobrita.com – Jika kamu kebetulan pergi ke kota Bogor , Jawa Barat , apa pertama kali yang kamu pikirkan ?
Dingin dan macet pastinya.
Untuk urusan dingin tidak perlu diragukan lagi karena ada kawasan puncak dan gunung wisata Pangrango yang bisa kamu kunjungi kapan pun , tapi kalau mau bermacet-macet ria dijalan , datanglah pada akhir pekan atau pas libur panjang dan rasakan sensasinya , mirip mudik lebaran bro.

Nah , untuk urusan macet , tentunya tidak perlu diragukan lagi .
Bogor yang juga dijuluki kota angkot ini memang selalu menyajikan pemandangan alami yang pasti terjadi setiap harinya yaitu kumpulan atau deretan angkot yang lalu lalang seperti pawai atau kampanye.

Bahkan kemacetan kota Bogor ini malah masuk dalam jajaran kota termacet di dunia.
Ya, sebulan yang lalu, kota ini baru saja dinobatkan sebagai kota termacet kedua di dunia. Pemberi predikat ini adalah Aplikasi navigasi berbasis Global Posititioning System (GPS), Waze.

Berdasarkan indeks kepuasan pengemudi, Bogor dinobatkan sebagai kota terparah ke-2 di dunia setelah Cebu di Filipina. Bogor ditemani empat kota lainnya dalam 10 besar kota terburuk buat pengemudi.

Denpasar, Bali berada di urutan keempat, lalu Bandung di urutan keenam, Surabaya peringkat 7, dan Jakarta peringkat 9. Jakarta cukup mengejutkan, karena masih lebih baik dari semuanya.

image

Waze secara keseluruhan digunakan oleh 65 juta pengguna per sebulan di 185 negara. Namun indeks ini difokuskan pada kepuasan pengemudi di 38 negara dan 235 kota yang memiliki lebih dari 20.000 pengguna aktif per bulan.

Tuhan memang maha adil , selain diberikan tempat yang nyaman untuk dihuni dengan udara yang segar , Bogor pun diberi kemacetan yang parah …jadinya berimbang dan adil bukan ?

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto sempat protes akan predikat ini. Menurut Bima, untuk mengukur kemacetan tersebut pasti ada parameternya diantaranya luas wilayah dan panjang jaringan jalan.
“Kota Bogor tidak bisa dibandingkan dengan kota lainnya, karena volume kendaraan serta jaringan jalan di Kota Bogor tak seluas di kota besar seperti Jakarta,” ujarnya.

Diakui Bima, dalam 10 tahun terakhir Kota Bogor mengalami kenaikan laju kendaraan. Hal tersebut disebabkan makin bertambahnya jumlah volume kendaraan kendaraan yang datang dari luar Kota Bogor yang menjadi salah satu destinasi favorit warga. “Namun demikian, prioritas Kota Bogor dalam dua tahun ke depan adalah memperbaiki sistem transpotasi,” tandasnya.

Ternyata , Jakarta tidak semacet yang anda kira , masih ada Bogor bro….
Ngomong-ngomong , julukan sebagai kota hujan , masih di pakai ‘gak nih di Bogor ?

Bagaimana pendapatmu ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s