Bagaimana rasanya jadi istri orang terkaya di dunia , simak penuturan Melinda Gates !

image

Keluarga Bill Gates selalu mengunjungi Afrika dan berbaur dengan warga kelas bawah

Solobrita.com – Jika ada pertanyaan bagaimana rasanya menjadi istri orang terkaya sejagat? Tanyakan pada Melinda Gates yang puluhan tahun mengarungi biduk rumah tangga dengan sang pendiri Microsoft, Bill Gates.

Seperti kita ketahui , Melinda menikah dengan Bill pada tahun 1994 dan telah dikaruniai 3 orang anak. Meski kaya luar biasa, mereka mengaku hidup biasa saja.
Melakukan apa yang orang biasa lakukan.

Berikut sedikit petikan wawancara dengan Melinda Gates soal kehidupannya dan pernikahannya, yang dihimpun dari berbagai sumber.

Apa kado ultah dari Bill ?

Kalau ada tanggal istimewa, Bill akan selalu membeli kado sendiri untukku. Kadonya adalah sesuatu yang personal,sweater cantik atau sepasang piyama. Kalau dia belanja itu kelihatan sekali karena itu bukan kebiasaannya, jadi tak ada di pikirannya untuk menyembunyikan tas belanjaannya. Anak anak kami selalu tertawa dan berkata, hey lihat, ayah habis belanja.

Apa kegiatan favorit Anda?

Favoritku adalah santai di rumah, memakai celana yoga, membuat semangkuk popcorn dan melihat film bersama anak anak. Tapi karena anak anak tambah dewasa, makin sulit untuk sepakat soal film apa yang akan ditonton.
Bill suka film tembak-tembakan, jadi dia suka melihatnya dengan putra kami. Sedangkan aku dan putriku suka komedi romantis. Kami kadang juga bepergian kalau weekend dengan anak anak.

Kami sebenernya tidak begitu suka melihat televisi, kami suka DVD. Kami suka film. Kalau pergi jauh, kami tidak hanya nonton film yang disediakan hotel, kami membawa satu tas berisi DVD.

Bagaimana Anda pertama kali kencan dengan Bill ?

Waktu itu sabtu siang, beberapa bulan setelah pertama kali bertemu, kami berjumpa satu sama lain di parkiran mobil Microsoft dan bicara beberapa lama. Akhirnya, dia bertanya apakah aku punya waktu buat dinner di dua minggu berikutnya.

Aku tertawa dan mengatakan belum tahu apa rencanaku soalnya waktunya masih begitu jauh dan itu tak cukup spontan bagiku. Beberapa jam kemudian, dia meneleponku untuk bertanya apakah malam itu bisa minum bersama setelah dia dinner bisnis. Aku mengiyakan dan begitulah awal semuanya.

Bagaimana Anda membesarkan anak?

Aku sering merasa kepayahan menjadi ibu. Dua anak pertama lebih menantang, bukan karena anakku nakal tapi karena semuanya serba baru dan aku jadi kurang tidur. Aku membaca banyak buku soal jadi orangtua. Tapi seringnya aku tanya pada teman dekat yang punya anak lebih tua dari anakku, dan mereka senang membagikan nasehat mengagumkan.

Kami membesarkan anak senormal mungkin. Mereka memang dikasih uang saku tapi juga tanggung jawab. Kalau mereka ingin punya anjing peliharaan, mereka yang harus memberinya makan dan membersihkannya. Dan mereka melakukannya. Bill dan aku tumbuh di keluarga kelas menengah. Dan kami melakukan banyak hal seperti orang tua kami.

Ceritakan soal kiprah yayasan Anda !

” Bill dan aku menginginkan yayasan kami memberikan semua dana sampai 20 tahun setelah kami meninggal. Kami merasa bisa memecahkan beberapa masalah yang dihadapi masyarakat saat ini dan kami memiliki sumber daya. Kami memang tak punya bola kristal untuk memprediksi seratus tahun dari sekarang, namun aku merasa akan ada grup filantrofi lain yang akan hadir setelah masa kami dan melanjutkan apa yang kami mulai “.

Kenapa Anda dan Bill suka berkunjung ke Afrika ?

Waktu itu tahun 1993 dan kami sudah tunangan. Kami melakukan safari ke Afrika yang sungguh indah. Kami tersentuh dengan orang orang di sana. Ada kesempatan ekonomi, tapi apa yang terjadi ? Aku melihat ada ibu-ibu mengangkat barang di kepalanya dan mereka bahkan membawa bayi di depan dan belakang mereka. Aku melihat para lelaki hanya merokok dan Anda mulai banyak bertanya tanya.

Di Kenya, kami tinggal di desa Maasai. Kami datang ke rumah mereka dan mereka mengundang kami kembali. Itu adalah sebuah kehormatan. Itu adalah perjalanan untuk pembelajaran bagiku dan Bill.

Lihatlah kehidupan mereka , mereka yang kaya raya , punya uang melimpah pun tetap hidup sederhana , bahkan mereka mempunyai yayasan membantu orang-orang kekurangan dan suka berbaur dengan mereka.

Library : kapanlagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s