image

Solobrita.com – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap ABG pria berinisial DS yang melibatkan Saipul Jamil menjadi perhatian banyak orang, termasuk psikolog klinis, Lita Gading. Ia menjelaskan, ada beberapa kejanggalan dalam kasus dugaan pelecehan Saipul.

Hal itu diungkapkan Lita saat menjadi pembicara di Apa Kabar Indonesia, tvOne, Minggu 21 Februari 2016. Ia menyatakan ada banyak kejanggalan soal pengakuan DS.

Ada banyak kejanggalan, mengapa dia tidak menghubungi orang-orang terdekat. Saat berada di sana, pintu terkunci kok dia enggak berusaha membukanya, dia kan bukan anak kecil lagi,” katanya.


( baca dulu : Pengacara : Saipul Jamil adalah korban )

Lita menambahkan, pada saat kejadian, mengapa DS tidak berontak. “Ini janggal dari dua-duanya, Saipul sebagai orang yang terkenal dengan mudahnya dia mengenal dan mengajak orang itu (DS). Dan DS juga mengapa tidak berontak, “ungkapnya.

Awal perkenalan Saipul dengan DS

Osner Johnson, kuasa hukum DS pun menceritakan awal perkenalan DS dengan Saipul. 
DS ini memang ngefans dengan Bang Ipul. Jadi, pada 1 Januari, DS menonton acara dangdut di salah satu stasiun televisi. Tanggal 2 Februari di stasiun tv yang sama, DS kembali menonton. Mereka berpapasan di salah satu jalan ke toilet. Bang Ipul tersenyum dengan DS, DS pun tersenyum,” kata Osner di acara Apa Kabar Indonesia di tvOne, Minggu 21 Februari 2016.

Dari situ, Saipul bertanya nama DS dan juga tempat tinggal penggemarnya tersebut. “DS  berdua sama temannya. Diantar Ipul dan diturunkan di Semper dan dikasih uang Rp50 ribu,” ungkapnya.  Pada pertemuan selanjutnya, Saipul mengajak DS ke rumahnya. DS tidak keberatan. Ia mengikuti Saipul ke kediamannya di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara. 

Sampai di rumah, DS disuruh mandi, bersih-bersih. Dikasih celana pendek dan kaus. Bang Ipul minta pijat. Tetapi, DS, karena sama-sama laki-laki, ada rasa ketidaknyamanan,” ujarnya.
DS pun memilih tidur di kamar asisten Saipul. Dan dijelaskan Osner, di saat DS tidur itulah diduga terjadi pelecehan. “Mungkin karena lelah jadi tidurnya terlelap. DS kaget dan berteriak. Sopir Bang Ipul turun, tetapi Bang Ipul sudah di kamarnya. DS kabur setelah pintu dibuka dan melapor ke satpam, dan diantar ke kantor polisi,” ujarnya.

Dari pernyataan pengacara DS tersebut saja sudah ada kejanggalan, yaitu kejadian ini berlangsung cepat.
Saat DS berteriak dan sopir datang , apakah benar sudah terjadi tindak pelecehan atau ada rencana tindak pencabulan , terus siapa yang membuka pintunya …???

Memang aneh dan ada kejanggalan sana-sini dalam kasus ini.
Bagaimana menurut pemirsa ?

Library : vivanews

Iklan