Kombes Krishna Murti pun pernah ditodong pistol preman Kalijodo

image

Kesepakatan perdamaian dua kubu di Kalijodo 2002

Solobrita.com – Kalijodo …ya.. Kalijodo , kawasan prostitusi terbesar di ibukota ini memang menyimpan misteri , berdiri sejak jaman Batavia , namun disaat tempat-tempat lain sejenis termasuk Gang Dolly sudah rata dengan tanah , kawasan ini masih tegak berdiri diantara gedung-gedung menjulang di ibukota.
Ya…tak lain karena kawasan ini memang di bekingi oleh preman-preman kuat yang siap perang dan siap mati.

Seperti penutusan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti ini, dirinya mengaku pernah ditodong dengan pistol oleh preman di kawasan Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara.
Krishna menceritakannya dalam bukunya, Geger Kalijodo. Situasi itu terjadi pada sekitar Januari 2002, ketika Krishna menjabat sebagai Kapolsek Metro Penjaringan.
Semua berawal saat perkelahian terjadi di antara dua orang dari dua kelompok yang berseteru di kawasan itu, yakni kelompok Bugis dan Mandar. Peristiwa terjadi pada malam hari, tanggal 22 Januari 2002.

Krishna menceritakan, perkelahian dengan senjata yang bermula dari senggolan sepeda motor itu berakhir dengan tewasnya salah seorang dari kelompok Bugis.

“Mendengar rekannya tewas, puluhan orang dengan seketika berkumpul di tempat kejadian dengan berbagai jenis senjata tajam,” tutur Krishna.

Menurut Krishna, situasi saat itu sangat genting. Saat bentrokan pecah, ia sempat menemui salah seorang yang melepaskan tembakan. Krishna kemudian melihat dan mengejar orang tersebut sambil memintanya untuk menyerahkan senjatanya.

Namun, Krishna menyebut, orang itu tidak takut dan justru balik menggertak Krishna. “Jangan ada yang mendekat. Teriak dia ke arah saya,” ucap Krishna.
Krishna mengatakan, situasi saat itu tidak menguntungkannya untuk melepaskan tembakan.

“Jika pelatuk itu ditarik, tamat juga riwayat saya. Kalaupun melawan dengan mencabut pistol, pasti ia lebih cepat menarik pelatuk,” tutur Krishna.

Dalam kondisi tersebut, Krishna kemudian melontarkan kalimat yang ia sebut ampuh untuk meredakan tensi amarah orang yang diketahui bernama Bedul itu. Bedul diketahui merupakan pimpinan dari kelompok Bugis.

“Saya ini Kapolsek. Jika kamu tembak saya, saya mati tidak masalah karena sedang bertugas demi bangsa dan negara. Namun, kalau saya mati, Anda semua akan habis!” kata Krishna.

Krishna mengatakan, Bedul setelah itu langsung menurunkan senjata sambil melontarkan permintaan.

“Saya tahu, Bapak (adalah) Kapolsek, tetapi saya minta Bapak jangan ambil senjata saya,” kata Krishna menirukan ucapan Bedul.

Setelah itu, Bedul hilang pergi meninggalkan tempat kejadian. Sehari kemudian, harian Kompas menurunkan berita dengan judul “Tukang Ojek Dibunuh di Kalijodo”. Dalam pemberitaan itu, penodongan terhadap Krishna turut dijelaskan.

Baca juga : Ngerinya preman Kalijodo …FPI pun ‘gak berani, Ahok hitung kekuatan dulu

Iklan

2 thoughts on “Kombes Krishna Murti pun pernah ditodong pistol preman Kalijodo

  1. Ping balik: Polisi beberkan kenapa FPI tak mampu bubarkan lokalisasi Kalijodo |

  2. Ping balik: Daeng Aziz sang penguasa terbesar Kalijodo ternyata hanya mitos |

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s