Mengejutkan , banyak warga Majalaya hanya punya satu ginjal

image

Solobrita.com – Sejak ditangkapnya sindikat penjualan ginjal di kawasan bandung dan sekitarnya , semakin banyak saja warga yang ternyata menjual salah satu ginjalnya.

Seperti yang di dapati di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, ternyata banyak yang menjadi korban donor ginjal ilegal. Artinya mereka yang sudah mendonorkan hanya memiliki satu ginjal untuk menjalani masa hidupnya.

Terbongkarnya jual beli organ tubuh ginjal ini baru diketahui ketika Bareskrim Mabes Polri menangkap tiga tersangka AG, MM, dan HS. Ketiganya merupakan sindikat.

Seperti dilansir merdeka.com , dari hasil penelusuran beberapa kampung yang ada di Kecamatan Majalaya, yang ada di Selatan Bandung ini memang didapati warga yang hanya punya satu ginjal.
Tujuan pertama menyasar pada rumah Edi Midun (39) yang ada di Kampung Pangkalan RT1/RW5 Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.

Rumahnya ada di gang sempit. Orang-orang cukup mengenal sosok pria berkumis ini. Saat disambangi, Edi kebetulan sedang ada di kediamannya.
Saya memang sudah lemas kalau bekerja berat, jadi saya enggak berani kalau angkut-angkut berat. Paling cuma jadi sopir,” kata Edi.

Dia berkisah pada Agustus 2014 lalu oleh tersangka AG yang warga menyebutnya Amang, ditawari untuk menjual ginjalnya. Edi galau. Satu sisi sangat membutuhkan uang karena terlilit utang, satu sisi ginjal adalah bagian organ tubuh yang berharga.

Akhirnya Oktober saya memutuskan untuk berani menjual ginjal saya,” ungkapnya. Pengakuannya dia bukanlah orang satu-satunya. Sebab beberapa kampung yang ada di Kecamatan Majalaya menjadi korban tipu daya Amang sang bandar ginjal tersebut.

Banyak sekali yang saya tahu keluarganya Amang ada juga, belum kampung di sini. Belum yang di Kota Bandung, di Garut. Ada 50 orang mungkin. Tapi di kampung sini juga banyak,” ujarnya.

Ivan Sopyan (18) juga mengakui bahwa ginjalnya di donorkan lewat tangan Amang. Alasan ekonomi pemuda beranak satu tersebut rela menjual ginjalnya untuk menyambung hidup.
Saya donor pas Agustus 2015 kemarin. Selain saya ada beberapa warga sini yang turut mendonorkan ginjalnya,” ungkap Ivan warga Kampung Pangkalan RT1/RW5 Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.

image

Menyedihkan memang , memanfaatkan masyarakat ekonomi kelas bawah untuk menjual ginjalnya dengan iming-iming sejumlah uang yang sebenarnya tidak begitu besar.
Ya…mungkin sejumlah uang tersebut bagi mereka memang besar , tapi apalah artinya jika dibandingkan dengan resiko kesehatan yang akan terjadi…bukankah harga dan nikmat sehat tidak ternilai harganya.

Amang kini meringkuk di sel tahanan Mabes Polri. Dalam kasus ini, atas perbuatannya ketiga pelaku yakni AG, DD dan HR dijerat dengan Pasal perdagangan orang sebagaimana tertuang dalam Pasal 2 a (2) Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Semoga tidak ada lagi kasus serupa yang akan terjadi lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s