image

Solobrita.com – Sepertinya sindikat prostitusi online yang melibatkan artis akan memulai babak baru, setelah dulu Amel Alvi dan ditangkap , kini artis seksi Nikita Mirzani yang jadi pesakitan.
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Nikita Mirzani ditangkap di sebuah hotel mewah di bilangan Sudirman , Jakarta Pusat , jum’at kemarin.
( baca : Saat ditangkap di hotel , Nikita Mirzani dalam keadaan setengah bugil )

Setelah diruntut lagi, ternyata tidak hanya Nikita yang ditangkap di hotel tersebut.
Setidaknya ada satu lagi selebritis cantik yang ikut ditangkap.
Dia adalah artis berinisial PR yang tak lain adalah Puty Revita, yang juga mantan finalis Miss Indonesia 2014.

Waktu digelandang, Puty tampak malu dengan wajah ditutupi dan mengenakan topi.
( baca : Selain Nikita Mirzani, Puty Revita Sari juga ditangkap )

Sekadar kilas balik, Jumat (10/12/2015) dini hari, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengamankan artis dan model Nikita Mirzani (NM) dan PR di hotel bintang 5 di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.

Polisi sendiri menuturkan jika inisial PR itu diketahui Puty Revita yang merupakan Finalis Miss Indonesia 2014. Selain itu, polisi juga menangkap dua mucikari berinsial O dan F. Penangkapan ini merupakan pengembangan dari kasus mucikari Robby yang pernah diproses di Polres Jakarta Selatan beberapa bulan lalu.

Apa tanggapan pihak Manajemen Miss Indonesia ?

Adalah Manajemen Star Media Nusantara (MSN) yang menaungi finalis Miss Indonesia.
Perwakilan dari SMN, Dhea menuturkan, Puty Revita Sari ternyata sudah lepas dari manajemen tersebut. Dhea sebagaimana dilansir TribunNews mengatakan, pada ajang pencarian putri kecantikan tersebut, Puty lolos sebagai 34 Finalis Miss Indonesia 2014 yang diselenggarakan salah satu stasiun televisi swasta.

image

Jadi sebenarnya dia (Puty) finalis MI (Miss Indonesia) 2014, namun kontrak management dengan SMN sudah berakhir di bulan Februari kemaren,” ujar Dhea, Jumat (11/12/2015).

Dhea yang juga manajer pemenang Miss Indonesia 2014 yakni Maria Rahajeng itu menambahkan, selepas kontrak dengan manajemen SMN, dia atau Maria tidak mengetahui kabar dan kegiatan Puty seperti apa.

Jadi kami tidak lagi menaungi yang bersangkutan. Yang bersangkutan juga sudah gabung ke management lain, dan kami tidak tahu tentang aktivitas yang bersangkutan saat ini,” tandasnya.

Senada dengan Dhea, pihak RCTI yang juga ikut terlibat dalam penyelenggaraan ajang puteri kecantikan itu, menuturkan apa yang terjadi dengan Puty bukan tanggung jawab Miss Indonesia.
Kalau dia punya kegiatan kaya gitu (Prostitusi Online), tidak ada hubungannya sama kita, karena dia sudah nggak ada di bagian kita lagi,” ucap Director Programming & Production RCTI, Dini Putri, Jumat (11/12/2015).

Dini juga menambahkan, sejak bulan Februari 2015, Puty sudah lepas kontrak dengan manajemen Star Media Nusantara (SMN) yang dimiliki MNC Grup. Sehingga kata Dini, apa yang dilakukan wanita berusia 23 tahun ini menjadi urusan pribadi dia.

“Dia itu terikat kontrak dengan SMN sejak 2014 dan pada Februari 2015 itu kontraknya sudah selesai. Kontrak di SMN itu pun beragam ya, ada yang 3 bulan, 6 bulan atau satu tahun lebih,” terang Dia.

Lebih lanjut Dini menuturkan, seandainya Puty masih bergabung pada manajemen SMN, mungkin dia akan diberikan sanksi teguran dan pemutusan kontrak, serta pencopotan gelarnya sebagai Miss Indonesia.

Kami punya kontrak, pastinya akan ada sanksi jika masih bergabung. Dia memang pernah mengikuti Miss Indonesia. Tapi kalau sekarang kita nggak ada kepentingan lagi dengan dia. Jadi itu sudah pure tanggungjawabnya sendiri,” imbuhnya.

Lalu apa tanggapan Kampus Trisakti tempat Puty menempuh pendidikan ?

Seperti diketahui, Puty Revita merupakan mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Trisakti. PR tercatat sebagai Mahasiswa angkatan 2011 di kampus yang berlokasi di kawasan Tomang, Jakarta tersebut. Pihak Kampus pun tidak membantah bahwa Puty merupakan mahasiswanya. Saat dicocokkan foto yang beredar di media dengan foto yang tercatat di daftar kemahasiswaan, ternyata terdapat kesamaan.‎

PR tercatat sebagai Mahasiswa semester tujuh di kampus yang dikenal dengan sebutan “perjuangan reformasi” tersebut. “Iya ada, di sini semester tujuh,” ujar salah seorang perempuan pegawai staf kemahasiswaan Fakultas Hukum Universitas Trisakti.

Namun, saat ditelusuri di database kemahasiswaan, PR‎ tercatat tidak aktif dalam satu semester terakhir. Ia sering tidak masuk Kampus dan mengikuti perkuliahan, namun tidak mengajukan cuti. Hal tersebut berbeda dengan enaam semester terakhir, di mana PR aktif mengikuti perkuliahan.

Di sini, tercatat tanpa keterangan, tidak cuti, mungkin disebutnya alpha kali ya,” ujarnya.

Pihak Kampus enggan berkomentar lagi, saat ditanyai lebih lanjut mengenai data akademis PR. Begitu pula ketika ditanya, apakah PR pernah bermasalah selama mengikuti perkuliahan atau tidak.

Iklan