image
Dangdut dalam Pilkada - menu wajib

Solobrita.com – Bicara soal Pilkada , pastilah tidak akan jauh dari uang besar alias duit gede.
Bagaimana tidak, seorang calon yang akan maju dalam Pilkada harus membayar tim sukses, membuat ratusan alat peraga , spanduk , iklan bayar penyanyi dangdut dan tidak dipungkiri adalah bagi-bagi uang alias money politic.

Nah, bicara soal masa kampanye, tentunya sang calon mau tidak mau harus melakukan kampanye terbuka.
Untuk menarik massa yang besar , biasanya mereka menggunakan jasa penyanyi dangdut dan kadang juga band.

Dana yang dikeluarkan untuk kampanye pilkada biasanya tidak main-main hingga menelan jumlah miliaran rupiah. Bagaimana tidak untuk menghadirkan satu event kampanye yang cukup heboh, dana ratusan juta rupiah hingga satu miliar bisa dengan cepat dikeluarkan.

Hal ini menjadi ladang rezeki tersendiri bagi para artis, mereka pun kerap menaikkan harga untuk manggung saat diminta mengisi kampanye pilkada. Tak jarang, angka yang diminta pun bisa tiga kali lipat dari angka manggung mereka.

Gitu banget artis ya, pokoknya kalau pilkada tarifnya beda. Jadi kayak ada masa tertentu, sama lah kayak puasa tarifnya. Bedanya ini blak-blakan aja, tapi itu fakta seperti itu. Jadi kalau artis diundang untuk apa ? Oh kampanye segini kalau bisa tuh sampai tiga kali lipat, uh seru deh,” ungkap Devia Sherly, Timsus Pilkada , seperti dilansir KapanLagi.com.

Meski demikian para penyanyi maupun artis yang tampil dalam event kampanye pilkada bisanya menyesukaikan tarif sesuai kemampuan mereka. Jika nama penyanyi tersebut cukup besar dan sanggup memukau banyak massa, mereka baru berani mematok harga tinggi.

Biasanya artis tau diri kok biasanya. Kalau yang nggak tau diri nggak dipakai lagi hehehe. Kalau yang tau diri tuh berarti gue berani pasang harga mahal tapi liat nih gue bawa ini performance gue begini, dengan alat musik luar biasa. Bukan hanya alat musik minus one, tapi full band yang mungkin mini orchestra, banyak gitu mini konser. Ada sih beberapa,” ungkapnya.

Yang menarik harga dari penyanyi dangdut pun bisa lebih mahal dari band saat tampil dalam kampanye pilkada. Apalagi dangdut memang hiburan yang sangat merakyat dan bisa menyentuh banyak massa.

Bisa sampai Rp 350 juta untuk dangdut (satu kali tampil). Kalau band itu di kisaran Rp 250 juta sampai, tapi nggak sampai Rp 300 juta. Tapi kalau dangdut yang hebohnya sampai Rp 350 juta. Orangnya mahal dan orangnya tidak sendiri,” tandasnya.

Dangdut dalam Pilkada ?…kenapa tidak ?

Iklan