image

Solobrita.com – Kamu suka modifikasi motor ?
Hmmm…hobi bagus dan sangat menyenangkan bukan ?
Sttt…tapi nanti dulu, pasalnya , kedepan akan ada pasal tentang modifikasi ini dan apesnya jika pasal ini benar-benar ditegakkan, maka sang biker bisa dikenakan denda hingga 24 juta , opo ora edyan…motor harga berapa..dendanya berapa.

Bukan apa-apa sih bro…kebanyakan di negara kita ini, yang dimodif adalah motor-motor dengan harga dibawah 20 juta, kalaupun ada itupun yang harganya dibawah 30 juta ( motor sport lokal 150 cc ).

Seperti dilansir Detik.com…..kedepan aparat akan mensosialisasikan sebuah pasal yang akan memberangus apapun bentuk modifikasi. Menurut Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto….modifikasi diluar standart bisa digolongkan sebagai tindak pidana.
Hasil pemantauan di lapangan ditemukan bahwa masih banyak dijumpai kendaraan modifikasi baik motor maupun mobil yang menyebabkan perubahan tipe secara tidak sah yang dapat digolongkan dalam tindak pidana pelanggaran,” ujarnya. Pernyataan tersebut mengacu pada aturan dibawah ini….

Pasal 277 jo Pasal 316 ayat (2) UU No 22 tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda atau denda maksimal Rp 24 juta. Menurut Budianto….modifikasi atau perubahan hanya bisa dilakukan melalui uji tipe guna mendapatkan sertifikasi Kemenhub. Semua sudah diatur dalam Pasal 131 huruf e dan pasal 132 ayat (2) dan ayat 7 PP No 55 Tahun 2012 tentang kendaraan Jo Pasal 50 ayat (1) UU No 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, bahwa kendaraan yang dimodifikasi sehingga menyebabkan perubahan tipe berupa dimensi, mesin dan kemampuan, daya angkut, wajib dilakukan uji tipe untuk memperoleh sertifikat….

Menurut Budianto lagi…uji tipe yang dikeluarkan juga ada ketentuannya yakni…..

1. Modifikasi kendaraan bermotor hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi dari APM (Agen Pemegang Merk) kendaraan tersebut.

2. Modifikasi kendaraan bermotor wajib dilakukan oleh bengkel umum kendaraan bermotor yang ditunjuk oleh Kementrian Perindustrian.

3. Kendaraan bermotor yang telah dimodifikasi wajib didaftarkan kepada Kesatuan Polri pelaksana registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor pada kantor Samsat untuk memperoleh STNK baru yang sesuai dengan perubahan kendaraan bermotor dimaksud.

Jadi jelasnya seperti itu ya bro..
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP ini juga menggaris bawahi…bahwa modifikasi kendaraan bermotor tanpa proses sesuai aturan yang ada bisa dikategorikan sebagai tindak kejahatan.
Kami berharap masyarakat paham dan mengerti bahwa memodifikasi kendaraan bermotor tanpa melalui mekanisme yang benar merupakan tindak pidana kejahatan,” serunya lagi.

Nah, ini yang berat bro..seperti kita ketahui, modifikasi motor adalah hobi yang positif dari hobi motor itu sendiri dan tentunya ini juga membangun kreatifitas anak-anak muda , ya minimal dan yang jelas adalah daripada ikut-ikutan balap liar dan geng motor, mendingan kan modif motor , ya ‘gak bro.

Terlebih bagi temen-temen yang mempunyai keterbatasan fisik dan harus memodifikasi motornya dengan roda tiga , apa ini nantinya juga termasuk pelanggaran ?

Jujur , admin sejujurnya juga setuju dengan keberadaan pasal ini, asal ditargetkan pada modifikasi ngawur yang berbahaya untuk safety. Ban cacing misalnya?. Atau stang tekuk ala drag bike atau modif vesva gembel yang suka aneh-aneh itu.

Dan admin juga setuju jika modifikasi lebih kepada unsur seni tanpa menghilangkan safety, perlengkapan kendaraan serta fungsi semua komponen layak jalan….mungkin bisa dibuat perkecualian. Lha kalau saklek…kita pakai fairing atau givi box belakang aja bisa dikatakan tindakkejahatan , opo ora mumet ya bro..

image
Solusinya gini aja deh...yang dimodif orangnya..setuju ?

Bagaimana pendapatmu tentang pasal ini bro ?

Iklan