image

Solobrita.com – Anda yang lahir era 70/80 an pasti tahu dengan film boneka Si Unyil .
Film boneka anak-anak tersebut menjadi satu-satunya film yang yang paling panjang episodenya. Tayang setiap minggu pagi dan tentunya di Tivi kebanggaan kita semua TVRI.
Salah satu tokoh sentral dalam film anak-anak tersebut adalah tokoh Pak Raden.
Pak Raden digambarkan sebagai Orang tua berkumis lebat dan galak …dan tentu saja ditakuti oleh anak-anak terlebih Pak Ogah.

Kini, kita tidak dapat lagi melihat sosok Pak Raden yang sebenarnya.
Kabar duka datang dari tokoh kenamaan dalam serial boneka Si Unyil, drs Suyadi atau lebih dikenal dengan nama Pak Raden. Ia meninggal dunia dalam usia 82 tahun di Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (30/10/2015) pukul 22.20 WIB.

Iya benar, Pak Raden meninggal dunia pukul 22.20 WIB di Rumah Sakit Pelni, Petamburan,” kata cucu Pak Raden, Ilona, dalam wawancara seperti diliput dengan Kompas.com di Jakarta, Jumat malam.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, kondisi kesehatan Pak Raden sempat menurun drastis sejak siang. Pria yang dikenal dengan belangkon dan kumis lebatnya itu mengalami infeksi pada paru kanan.

Tadi siang masuk ke ICU (intensive care unit), dia ada infeksi berat di paru kanan. Dia juga demam tinggi. Waktu itu, ibuku nemenin,” ujar Ilona.

Namun, Ilona mengaku kurang mengetahui pasti riwayat kesehatan Pak Raden.
Aslinya aku enggak paham apakah penyakit parunya sudah menahun. Kan kondisi beliau juga sudah lemah, berjalan pun dibantu, dan perlu pakai kursi roda,” ujar Ilona.

Pak Raden penyayang anak-anak

Ada satu hal yang membuat almarhum tokoh kenamaan dalam serial boneka Si Unyil, drs Suyadi (82) alias Pak Raden, bersedih. Menurut mantan peragawati Ratih Sanggarwati (52), pamannya itu selalu sedih jika melihat anak-anak zaman sekarang tumbuh melampui batas usia yang sebenarnya.

“Beliau selalu sedih dan khawatir melihat anak-anak bacaannya itu enggak sesuai umur. Atau anak-anak yang didandani melampaui usianya,” ucap Ratih kepada wartawan usai melayat di kediaman Pak Raden, di Jalan Petamburan III RT 03/RW 04, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (31/10/2015) pagi.

Selama ini, kata Ratih, pria yang identik dengan belangkon dan kumis tebalnya itu selalu memerhatikan kondisi anak-anak Indonesia. Bahkan, ia menilai Pak Raden hingga usia senjanya masih memiliki jiwa anak-anak.

Beliau luar biasa. Bagi saya selalu berjiwa kekanak-kanakan. Pelihara puluhan kucing itu membuktikan jiwa anak-anaknya keluar. Makanya dia selalu mikir, bagaimana ya bacaan anak-anak sekarang, lagu anak-anak sekarang, buku-bukunya,” ucap Ratih.

Saat ini jenazah Suyadi alias Pak Raden masih disemayamkan di kediamannya yang berada di kawasan Petamburan. Rencananya, Suyadi akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut sekitar pukul 12.00 WIB.

Selamat jalan Pak Raden…terima kasih telah menghibur masa kecil kami…semoga tenang disana.

_______________________________
Powered by : M2000 production
_______________________________

Iklan