image

Solobrita.com – Seperti kita ketahui, jaringan geng terluas di kawasan Asia adalah Yakuza, tidak hanya di negara Jepang asalnya, Yakuza juga melakukan aksinya di Indonesia dan negara-negara lainnya di kawasan Asia.
( baca : Sepak terjang Yakuza di Indonesia )

Salah satu ciri khas mafia Jepang alias
Yakuza adalah tato di sekujur tubuh mereka.
Tak sembarang tato, gambar atau Irezumi bagi Yakuza dibuat dengan detil dan berwarna indah. Seorang artis tato seperti menggunakan tubuh untuk kanvas tempatnya melukis.
Sejarah tato Yakuza sudah berumur ratusan
tahun. Mungkin sama tuanya dengan
organisasi Yakuza yang sudah berdiri sejak
zaman shogun dan para samurainya.

Tak cuma Yakuza pria, para wanitanya pun
menato seluruh tubuh mereka. Kontras sekali kulit putih dihiasi rajah aneka warna.
Sebenarnya tak ada keharusan Yakuza bertato. Apalagi kini polisi menyatakan perang terhadap Yakuza. Orang-orang bertato pun sering dianggap sebagai Yakuza dan menerimadiskriminasi di Jepang. Tapi tetap saja para Yakuza manato tubuh mereka.

Berikut beberapa alasan Yakuza
menghias tubuh mereka dengan tato, seperti dikisahkan Richard Susilo , seorang wartawan asal indonesia yang menetap di Jepang dan pernah membuat situs http://yakuza.in khusus untuk mengupas Yakuza,
simak ya alasannya,

1. Jadi jagoan di jalan

image

Bisnis Yakuza tak jauh dari pemerasan, dan
mencari uang dengan jalan tak halal. Masyarakat pun takut pada Yakuza. Mereka
pun jadi jagoan di jalan. Misal jika ada Yakuza bertato yang menyetop taksi, pasti taksi itu akan langsung berhenti.
Para sopir taksi takut jika tak berhenti akan
dicatat nomor taksi dan ‘dikerjai’ anggota
Yakuza lain.

2. Agar aman di penjara

image

Dunia Yakuza identik dengan kekerasan. Tak jarang mereka harus berurusan dengan polisi dan akhirnya masuk penjara.
Di penjara, narapidana kelas teri tak akan
berani mengganggu anggota Yakuza. Tato ini pun jadi semacam perlindungan karena Yakuza dianggap pasti bertato. Mereka aman dan tak akan diperbudak napi lain.

3. Rasa hormat pada pemimpin

image

Yakuza identik dengan tubuh yang dipenuhi tato di sekujur tubuhnya. Untuk membuat tato tersebut, mereka mengeluarkan uang yang tidak sedikit bahkan menembus angka ratusan juta rupiah.
Banyak yang keliru, sebenarnya tidak ada tato khusus di Yakuza. Hanya etika kepada Komicho (ketua geng), jadi kelihatannya tatonya mirip. Jadi sebagai rasa hormat untuk pemimpin istilahnya.
Awalnya ada dua warna dasar yang menjadi
keharusan yaitu merah dan hitam. Kebanyakan tato anggota Yakuza itu bergambar naga, harimau, kupu-kupu, bunga sakura, bunga Chrysantinum (bunga seruni, bunga krisan),
gambar terkait Buddha (Fudo Myoo) serta
setan atau tengkorak. Tapi kini seniman tato makin kreatif sehingga lebih beraneka ragam.

4. Kebanggaan mengalahkan rasa sakit
Untuk mentato tubuh tidak bisa sekaligus
karena zat untuk tato itu mengandung racun. Dalam seminggu hanya boleh dua kali, paling banyak tiga kali pengerjaan tato. Maka tidak heran dibutuhkan waktu yang lama untuk memenuhi tubuh dengan tato.
Tidak bisa sekaligus, tidak bisa ditato setiap
hari, 2 kali dalam seminggu. Penyelesaiannya ada yang setahun, ada juga yang lebih. Tergantung tingkat kesulitan dan detail tato tersebut dan berwarna atau tidak.
Menurut Richard, bagi Yakuza mengalahkan
rasa sakit seperti saat ditato itu terhormat.
Pengerjaan tato paling baik adalah dengan
tangan disebut Tebori. Sebab kalau pakai mesin, akan cepat luntur dan warna akan hilang, kata dia.

5. Menyukai keindahan dan seni tato

image

Putri bos Yakuza, Shoko Tendo, begitu kagum melihat tato di seluruh tubuh Yakuza. Setelah berusia 21 tahun, Shoko mulai menato tubuhnya. Menurut Shoko, tidak ada keharusan seorang Yakuza untuk bertato. Tidak ada paksaan. Saya melakukannya karena senang pada tato, aku Shoko.
Shoko mulai kecanduan menghiasi tubuhnya dengan rajah. Hampir seluruh lekuk tubuhnya dihiasi tato. Nyaris tidak tersisa lagi yang tak tersentuh tato. Prosesnya empat bulan kira- kira untuk seluruh tato, kata dia.
Shoko memiliki tato besar bergambar wanita dengan pisau di mulutnya. Tapi dia mengaku tak ada arti khusus.
” Nggak ada ada artinya. Kalau si pembuat itu hanya melihat kok bagus ya kalau dihias
begini “, jawabnya.
( baca juga : Kisah seorang putri ketua geng Yakuza )

image

______________________________________

Kerjasama blog :

Email : masshar2000@gmail.com
Pin : 74A6F873
Whatapps : 085740562055
______________________________________

Iklan