image

Solobrita.com – Wanita mana yang tidak suka memiliki wajah yang cantik ?
Tujuan orang untuk menjadi cantik juga beragam, dan caranya mempercantik diripun beragam.

Bedah plastik bukan hal yang baru di Korea Selatan. Rata-rata warga Korea, terutama para wanita melakukan bedah plastik estetik untuk mempercantik diri.
Bahkan bedah plastik di Korea sudah dilakukan para remaja sejak berusia 17 tahun. Mereka biasa mengubah bentuk wajah dan tubuh untuk meningkatkan kepercayaan diri.


Contohnya perbandingan dua foto ini.
image
Betapa cantiknya wajah wanita ini setelah dioperasi plastik. Bandingkan dengan wajahnya sebelum dioperasi yang relatif ‘biasa.’
Begitulah. Industri bedah plastik di Korea Selatan bahkan telah menjadi paket wisata medis yang ditawarkan ke Rusia, Jepang, Tiongkok, dan Indonesia.
Tak ada dokter yang tak bisa melayani prosedur bedah plastik di Korea.

Bagaimana dengan di Indonesia?
Dokter Spesialis Bedah Plastik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Aditya Wardhana mengatakan, Indonesia saat ini memiliki 157 dokter spesialis bedah plastik.
Menurut Adit, para dokter ini pun mampu
melakukan operasi plastik estetik seperti di
Korea. Mulai dari membuat hidung menjadi
mancung, dagu lancip, wajah tirus, hingga mengubah bentuk bibir, dan kelopak mata. Bisa juga untuk memperindah bentuk tubuh seperti operasi bokong, payudara, dan perut.

“Kalau yang dikerjain sama saja di sini dan
Korea. Indonesia juga bisa,” kata Adit , seperti dilansir Kompas.com .
Menurut Adit, populernya bedah plastik di Korea berawal dari banyaknya artis yang
melakukannya. Di sana, para artis terang-
terangan mengakui wajahnya hingga bentuk
tubuhnya telah operasi plastik .
Industri hiburan turut membuat operasi plastik meroket di Korea.

Di Indonesia, beberapa artis juga diketahui
melakukan operasi plastik. Meski demikian, minat warga Indonesia yang melakukan operasi plastik estetik tak setinggi di negeri gingseng itu.
Jumlah dokter spesialis bedah plastik yang ada saat ini juga tak sebanding dengan jumlah penduduk di Indonesia.
Perbedaan budaya juga bisa menjadi alasan
mengapa penduduk di Indonesia tak banyak
berminat pada operasi plastik.

Adit juga mengatakan, di Indonesia juga masih muncul stigma operasi plastik tidak aman bagi kesehatan. Padahal, menurut Adit, operasi plastik sama halnya ketika ada luka robek yang dijahit atau operasi caesar seorang ibu yang melahirkan.

Sebelum operasi pun ada prosedur yang harus dijalani pasien dan dokter.
Dokter wajib menjelaskan risiko melakukan operasi plastik.
Namun, risiko bedah plastik dapat diminimalisir jika pasien juga mematuhi ketentuan sebelum operasi. Misalnya pasien tidak boleh dalam keadaan sedang sakit darah tinggi dan diabetes.
Operasi plastik juga banyak dilakukan untuk
mengembalikan bentuk wajah maupun tubuh kembali seperti semula, misalnya setelah terjadi kecelakaan.

Nah, selain itu juga , sebagian besar penduduk Indonesia adalah umat muslim yang mana banyak yang mengatakan kalau tujuannya hanya untuk mempercantik diri adalah haram, atau biasa disebut kufur nikmat.

Bagaimana menurut anda ?

______________________________________

Kerjasama blog :

Email : masshar2000@gmail.com
Pin : 74A6F873
______________________________________

Iklan