image

Solobrita.com – Seperti kita ketahui, negara Yunani dinyatakan sebagai negara bangkrut setelah negara tersebut tidak mampu membayar hutangnya pada IMF.
Padahal uang tersebut tidaklah besar untuk sebuah negara.

Ya , hutang Yunani ke IMF sebesar USD 1,7 miliar atau setara Rp 22,7 triliun ke International Monetary Fund (IMF) sudah jatuh tempo pada 30 Juni 2015 lalu.
Tidak besar bukan, hanya 22,7 triliun.
Tapi tunggu dulu , ini hanya hutang pada IMF nya saja, sedangkan total hutangnya diperkirakan mencapai USD 360 miliar atau 323 miliar Euro atau setara Rp 4.795 triliun. Para ekonom memprediksi krisis Yunani bakal lebih parah.

“Kejadian ini betul-betul mengerikan,” ujar seorang Profesor Universitas Georgetown, Anna Gelpern seperti dilansir dari CNN Money.
Utang Yunani ini sendiri berasal dari Dana Moneter Internasional atau IMF, Jerman, Prancis, sejumlah bank di Yunani, dan lain sebagainya.

Dengan demikian , Yunani menjadi negara maju pertama yang gagal bayar utang ke IMF, sebuah organisasi dari 188 negara yang mencoba untuk menjaga kestabilan ekonomi dunia. Akses Yunani ke IMF akan diputus hingga negara tersebut bisa melunasi utang-utangnya.

Sebenarnya Yunani bisa melunasi utangnya menggunakan dana bantuan yang diberikan tiga serangkai Uni Eropa, ECB dan IMF sekitar Rp 108 triliun. Namun, Yunani menolak syarat utang yang diajukan IMF, salah satunya pengurangan anggaran untuk gaji dan pensiun PNS dan menaikkan pajak di Yunani.
Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras mengeluarkan kebijakan untuk melakukan referendum atau voting suara rakyat terhadap tawaran baru dari Eropa dan IMF pada hari Minggu ( 3/7 ).

Namun demikian, kondisi Yunani semakin kacau setelah menyandang status bangkrut. Masyarakat mulai panik dan kekurangan uang.
Bahkan banyak pensiunan menangis karena takut uang mereka tidak bisa diambil lagi karena perbankan masih saja tutup.

Pemerintah berjanji akan segera membuka bank-bank pada tanggal 5 juli setelah votting.
Itupun jika votting memilih bantuan Eropa, jika tidak, diprediksi bank akan tutup lebih lama lagi.
Menurut para pakar ekonomi, keterpurukan ekonomi Yunani karena begitu gampangnya negara tersebut mendapatkan bantuan hutang luar negeri , sehingga Yunani terbengkalai dan tidak serius dalam menarik pajak , terutama pada perusahaan dan investor asing.

Kejadian ini tentu mengingatkan pada krisis 98 yang mana pada waktu itu merupakan krisis ekonomi terparah sepanjang sejarah Indonesia.
Bayangkan pada era 90-97 Indonesia pernah mencatatkan rekor pertumbuhan ekonomi terbesar yaitu 7 % , sedangkan memasuki tahun 98 ,Indonesia justru malah turun ,menjadi minus 14 %.
Saat itu juga diduga pemerintah orde baru tidak serius dalam hal penarikan pajak, malah justru banyak dikorupsi oleh para pejabatnya.

Sekarang kita tahu , pajak sangatlah penting dalam membantu perekonomian sebuah negara.
Jadi jangan lupa untuk membayar pajak.
( baca juga : Kabar gembira – karyawan berpenghasilan maksimal 3 juta perbulan tidak kena pajak lagi )

________________________________________
Mari berbagi berita ,
kirimkan artikel anda di email kami.
Dan buat kamu yang ingin tampil eksis dan pingin banyak teman, kirim foto plus biodata kamu di
masshar2000@gmail.com
________________________________________

Iklan