image

Solobrita.com – Taksi uber belakangan ini menjadi bahan pembicaraan berbagai kalangan.
Taksi yang beroperasi di Jakarta ini memang membuat geram perusahaan taksi resmi, pasalnya otomatis penghasilan mereka akan turun .

Gerah dengan keberadaan Taksi Uber yang diduga tak berizin, Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI, dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, kemarin menjebak lima taksi yang dipesan lewat aplikasi digital di ponsel pintar tersebut. Alhasil, lima sopir diamankan.
Organda dan Dishub DKI berpura-pura sebagai pelanggan yang memesan Taksi Uber dari kawasan SCBD. Taksi kemudian diarahkan ke Polda Metro Jaya yang tak jauh dari lokasi penjemputan. Sampai di markas polisi tersebut, lima sopir taksi itu langsung diamankan.

Di sejumlah negara, Taksi Uber juga dilarang karena tak berizin. Di Spanyol, pengadilan mengabulkan permohonan Asosiasi Taksi Madrid yang mengatakan para sopir taksi Uber tidak punya izin buat beroperasi. Pengadilan mengatakan, dengan tidak mengikuti aturan pengoperasian taksi, maka sopir-sopir taksi Uber bersaing secara tidak sehat dengan taksi lain.
Pemerintah Kota Barcelona bahkan mengancam akan mendenda sopir taksi Uber sebesar Rp 91 juta jika melanggar aturan. Di Belanda lebih sadis lagi, sopir taksi Uber diancam hukuman denda senilai Rp 122 juta jika melanggar aturan.

Meski demikian, Taksi Uber tetap saja membandel. Mereka beralasan hanya beroperasi sebagai perusahaan teknologi yang menghubungkan pemesan dan taksi. Alhasil, Taksi Uber kini diuber.
Seperti dilansir merdeka.com , berikut 4 fakta Taksi Uber di Jakarta kini diuber:

1. Taksi Uber diamankan: 4 Toyota Avanza & 1 Innova
Organda dan Dishub DKI menjebak kemarin lima Taksi Uber untuk diarahkan ke Polda Metro Jaya. Lima armada berikut sopirnya pun diamankan di kantor polisi tersebut.
Dari hasil penangkapan tersebut, diketahui armada Taksi Uber bervariasi. Berikut 5 armada Taksi Uber yang diamankan:
– Toyota Avanza hitam, No Pol B 1020 SOY
– Toyota Kijang Innova hitam, No Pol B 1368 POA
– Toyota Avanza silver, No Pol B 1455 KRF
– Toyota Avanza hitam, No Pol B 1855 TYF
– Toyota Avanza hitam, No Pol B 1836 SYG.

2. Taksi Uber dituduh tabrak sejumlah aturan
Lima orang sopir taksi Uber digiring Dishub DKI Jakarta dan Organda ke Mapolda Metro Jaya. Sebabnya, taksi ini dianggap tak resmi.
Operasional Uber menyalahi aturan. Organda sebagai pembina menilai Uber taksi meresahkan. Ada perbedaan tarif. Dia buat tarif seenaknya, di luar tarif dari pemda,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Benjamin Bukit, di Mapolda Metro Jaya.
Operasional Uber, lanjutnya, telah melanggar sejumlah aturan. Seperti UU Lalu Lintas Angkutan Jalan dan PP No 74 tahun 2014, Perda No 5 tahun 2014, Kementerian Perhubungan No 35 tahun 2003, dan Pergub No 10 tahun 2006.
Harusnya taksi punya badan hukum, uji kelaikan jalan, izin operasi, izin usaha, argo dan logo, ini yang tidak dipunya Uber. Makanya Organda melaporkan, dan Reskrim Polda mendukung,” jelasnya.

3. Polisi dalami keterkaitan Taksi Uber dengan cyber crime
Sub Direktorat IV Cyber Crime masih mendalami keterkaitan Taksi Uber dengan modus kejahatan cyber crime. Kepala Sub Direktorat Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Suharyanto mengatakan, guna mencari kejelasan mengenai kasus ini, dirinya masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak yang berkaitan dengan masalah angkutan di DKI Jakarta.
“Masih kita lakukan penyelidikan dan penyidikan, dan kita kerja sama dengan Dishub DKI dan Organda,” kata Suharyanto di Jakarta, Jumat lalu (19/6).
Dalam kerja sama yang dilakukan pihak kepolisian dengan Organda dan Dishub DKI ini, penangkapan dilakukan dengan cara memancing dan menjebak beberapa unit kendaraan Taksi Uber. “Tadi kita pancing ke sini, ke Polda Metro Jaya, dan kita dapat beberapa taksi yang diamankan,” ujarnya.
Penangkapan sekarang ini, lanjut Suharyanto, berdasarkan fakta bahwa Taksi Uber tersebut tidak terdaftar dan dinyatakan ilegal. Namun, untuk masalah Cyber Crime-nya, pihaknya berjanji masih akan menelusuri lagi soal aplikasi dan metode pembayaran Taksi Uber ini.
Usahanya diduga ilegal. Tapi untuk soal pembayaran, kita masih berandai-andai,” kata Suharyanto.
Saat ini Suharyanto mengatakan jika pihaknya masih mengamankan lima taksi tersebut, sementara lima pengemudinya juga masih diperiksa oleh polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

4. Pengelola Taksi Uber protes ke Ahok
Pihak pengelola Taksi Uber menemui Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di kantornya kemarin sore. Ahok mengatakan, kedatangan pihak Taksi Uber itu bermaksud untuk menyampaikan protesnya karena dilarang beroperasi.

image

“Saya bilang karena Uber tidak buat PT di Indonesia. Anda ngambil 20 persen. Anda kan sosial nebeng orang, kalau begitu namanya nebengers.com. Nebengers terima duit boleh, tapi kalau sudah terima duit, Anda bukan nebengers,” kata Ahok usai bertemu pihak Taksi Uber di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (19/6).
Menurut Ahok, Taksi Uber yang tak mempunyai kantor resmi di Jakarta, menyebabkan mereka bisa mencari penumpang tanpa sedikit pun membayar pajak.
Kalau bayar pajak, masa terima perusahaan dari asing sih. Anda kan bukan PMA (Penyertaan Modal Asing). Anda harus buat PT di Indonesia atau cari partner. Itu saya bilang sama dia,” kata Ahok.

Ahok menambahkan, pihak Taksi Uber akan menyampaikan hasil pertemuan dengan pihak Pemprov DKI, mengenai larangan yang ditujukan kepada operasionalnya tersebut. Ahok juga membantah telah menolak untuk bertemu pihak Taksi Uber, guna membicarakan masalah ini.
Kalau anda mau sowan, dari awal saya mau. Kalau mau ketemu saya, bikin PT dong. Kalau Uber nya titip, saya nggak mau ketemu kalau kamu masih nyolong duit di rumah saya,” ucap Ahok.

Bener kan kata pak Gubenur, kalau mau usaha ya harus punya ijin.
Kalau sekelas jasa antar pakai mobil, udah menyerobot lahan yang resmi, masa’ iya dibiarkan beroperasi tanpa ijin.
Angkot-angkot di kampung aja pakai ijin trayek, masa’ sih taxi yang bisa dibilang lebih mewah ‘gak pakai ijin…enak banget dong mereka.

________________________________________
Mari berbagi berita ,
kirimkan artikel anda di email kami.
Dan buat kamu yang ingin tampil eksis dan pingin banyak teman, kirim foto plus biodata kamu di
masshar2000@gmail.com
________________________________________

Iklan