image

Solobrita.com – Beberapa waktu lalu, setelah kekalahan timnas U-23 di Sea Games , membuat publik bertanya-tanya, ada apa dengan timnas, bahkan untuk mendapatkan tiket ke semifinal saja tidak bisa.
Selang beberapa hari , justru muncul pemberitaan bahwa ada mafia-mafia bola yang bermain dengan pengaturan skor. Tentu saja , ini sangat menyedihkan jika benar-benar terjadi.
Bayangkan saja , ribuan orang yang berduyun-duyun mendukung timnas di stadion dan jutaan rakyat Indonesia yang menonton di layar kaca ternyata hanya disuguhi drama sepak bola yang skornya sudah diatur.
Seandainya benar…alangkah mirisnya persepakbolaan kita.

Kasus pengaturan skor pada kompetisi sepakbola Indonesia diduga tak lepas dari seorang bandar judi asal Malaysia, Jawahir Saliman. Itulah pengakuan mantan pelatih Persipur Purwodadi, Gunawan, dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Rabu lalu (17/6/2015).
“Tolong dicatat namanya Jawahir Saliman. Ia biasa dipanggil Mr Sam. Ia ini yang merusak sepakbola Indonesia,” ucap Gunawan, seperti dilansir dari Tribun.news.

image

Menurut Gunawan, operasi pengaturan skor Jawahir tak meninggalkan jejak. Sebab, ia tak pernah menggunakan transfer antarbank untuk membayar target operasi suap.
Jawahir, ditambahkan Gunawan, merupakan bekas pemain Timnas Malaysia. Lantas, bagaimana rekam jejak Jawahir saat berkarier sebagai pemain ?
Menurut penelusuran, tak banyak informasi seputar Jawahir Saliman. Ketika menjadi pemain, ia menempati posisi bek tengah dan pernah membela Timnas Malaysia U-23.
Pada Asian Games 1994, ia bermain satu tim dengan Dollah Salleh, yang jadi pelatih timnas Malaysia saat ini. Jawahir turut diganjar kartu merah ketika Malaysia kalah 1-2 dari Arab Saudi (7/10/1994) masih dalam turnamen yang sama.

Dan bukan kali pertama Jawahir dikaitkan dengan kasus pengaturan skor. Berdasarkan New Straits Times edisi 20 Maret 1995, Kepolisian Malaysia meminta Trengganu FA agar mencabut nama Jawahir dari daftar skuad pada perempat final FA Cup Malaysia.
“Kepolisian telah mengumumkan bahwa Jawahir, yang juga menjadi kapten tim nasional untuk Olimpiade, mengaku telah menerima suap untuk pengaturan skor,” tulis New Straits Times dalam berita berjudul “Jawahir dalam Daftar Hitam”.

image

Federasi Sepak Bola Malaysia pun menjatuhkan skors satu tahun untuk Jawahir. Nama Jawahir juga dicoret dari daftar skuad untuk Kualifikasi Olimpiade 1996. Ban kapten berpindah ke lengan Faizal Zainal.
Sekadar informasi, sepak bola Negeri Jiran memang terguncang kasus pengaturan skor pada 1994. Total 21 pemain dan pelatih dipecat. Sedangkan 58 pemain lainnya menerima skors.

Benarkah Jawahir Saliman memang orang yang selama ini merusak pesepakbolaan kita di kawasan Asia ?
Kita tunggu saja kelanjutan beritanya .

________________________________________
Mari berbagi berita ,
kirimkan artikel anda di email kami.
Dan buat kamu yang ingin tampil eksis dan pingin banyak teman, kirim foto plus biodata kamu di
masshar2000@gmail.com
________________________________________

Iklan