image

Solobrita.com – Bagi anda yang mulai bosan dengan pekerjaan atau rutinitas yang sekarang, kerja ikut orang , sudah saatnya anda berkembang dan menciptakan usaha sendiri.

Tapi rata-rata , banyak yang takut mulai berwirausaha karena tidak ada modal. Padahal salah satu tips menjadi pengusaha sukses tak lain adalah berani mengambil resiko. Namun bukan cuma bermodal nekat, para pengusaha juga diharuskan penuh perhitungan.
Selain itu, biasanya para pengusaha juga musti sabar. Mereka tidak langsung mereguk manisnya usaha dan kesuksesan mereka. Banyak kerikil hambatan dan juga kegagalan. Kendati demikian, pengusaha diharuskan tidak menyerah dan melalui satu demi satu rintangan.
Pengusaha dengan kriteria seperti demikian nyata dan banyak hadir memberi inspirasi. Setelah melewati berbagai derita mereka muncul dengan wajah bahagia karena kesuksesannya.
Salah satunya Abah Odil , si tukang bubur naik haji .

image

Ya, tukang Bubur Naik Haji ternyata tak hanya cerita sinetron televisi.
Adalah Ate Rushendi yang biasa disapa Abah Odil .
Dia membuktikan bahwa perjalanan hidup tukang bubur naik haji juga terjadi di dunia nyata, tanpa rekayasa atau skenario.

Berawal dari tukang bubur keliling, Ate Abah Odil kini menjelma menjadi pengusaha bubur ternama di Malang , Jawa Timur.
Bubur menjadi bagian dari perjalanan hidup Abah Odil. Dari sekian usaha yang coba dijalaninya, Abah Odil menetapkan hati untuk menjadi tukang bubur.
“Bisnis sebagai tukang bubur berangkat dari keterpurukan, habis-habisan, ekonomi saya di bawah minus. Barang-barang banyak yang ikut terjual. Ini bisnis sudah ke-19 kali, dari saat masih bekerja sebagai karyawan, sampai keluar dari pekerjaan,” kenang Abah Odil seperti dilansir dari merdeka.com.

Setelah mencoba berbagai peluang usaha dan selalu gagal, Abah Odil akhirnya memilih dan mulai mendorong gerobak bubur pada 2004. Dia sadar betul usaha yang dirintisnya itu tidak langsung mendatangkan keuntungan besar. Butuh usaha keras dan energi maksimal untuk mewujudkannya. Apalagi warga Kota Malang identik dengan makanan bakso dan nasi pecel.

Pertama kali mendorong gerobak bubur, omzet Abah Odil hanya Rp 15.000 per hari. Agar bisa bertahan, Abah Odil menambah modalnya. Namun bukan dalam bentuk uang, melainkan berupa kesabaran, ya…modal kesabaran.
“Saya berusaha sabar, saya sedang diuji. Keesokan harinya kami untung Rp 18.000, kemudian naik menjadi Rp 25.000. Sabar, sabar dan tawakal,” ungkapnya.

Kesabarannya membuahkan hasil positif. Kemampuan Abah meracik bubur ayam khas Tasikmalaya, berhasil mencuri hati konsumen. Perlahan tapi pasti, bisnis buburnya semakin besar seiring semakin banyak pelanggan yang gandrung ras khas bubur Jawa Barat di wilayah timur Jawa.
Kini, sudah 11 tahun Abah Odil hidup dari gurihnya bisnis bubur ayam. Bedanya, Abah Odil kini tak lagi mendorong gerobak. Dia sudah memiliki 4 cabang di sekitar Kota Malang. Dari satu cabang saja, 350-400 mangkok bubur ludes dalam sehari. Tidak heran jika omzetnya melambung tinggi hingga menyentuh Rp 1,3 miliar per tahun..atau seratus jutaan perbulan….fantastis ya..

Seperti cerita di televisi, Abah Odil pun berniat melaksanakan rukun Islam ke lima.
“Insya Allah 2016 saya berangkat haji. Rezekinya memang dari bubur saya bisa beribadah. Subhanallah, saya bisa membahagiakan 15 karyawan, anak dan istri,” katanya.

Menginspirasi sekali bukan ?
Setiap usaha memang butuh ketekunan dan kegigihan…inovasi tentu menjadi syarat mutlak jika ingin sukses dan cepat berkembang .

So…mulai usaha anda dari sekarang, dan jangan ragu apalagi takut gagal untuk memulai.

semoga sukses !!!

________________________________________
Mari berbagi berita ,
kirimkan artikel anda di email kami.
Dan buat kamu yang ingin tampil eksis dan pingin banyak teman, kirim foto plus biodata kamu di
masshar2000@gmail.com
________________________________________

Iklan