image

Solobrita.com – Tak dinyana, tak diduga seorang Dahlan Iskan yang selama ini dikenal baik dan anti korupsi, hari ini ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi.

Seperti kita ketahui , Dahlan Iskan adalah mantan Dirut PLN , sebelum menjadi menteri BUMN.
Dahlan Iskan kini ditetapkan jadi tersangka dugaan korupsi pengadaan proyek pembangunan 21 gardu induk Jawa-Bali-Nusa Tenggara Barat senilai Rp 1.063 triliun oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
Dahlan menjadi tersangka setelah diperiksa dua kali.
“Tim penyidik menyatakan bahwa saudara DI (Dahlan Iskan) yang diperiksa telah memenuhi syarat untuk dipenuhi tersangka berdasarkan dua alat bukti,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, M Adi Toegarisman di kantornya, Jumat (5/6).

Adi mengatakan penetapan itu dilakukan sesuai evaluasi dari hasil semua pemeriksaan mantan Menteri BUMN tersebut. Dahlan sudah dua kali menjalani pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai pihak yang bertanggung jawab yakni kuasa pengguna anggaran (KPA) saat proyek itu berlangsung.
“Periksa saksi saudara DI yang kaitannya dengan proyek sebagai KPA. Kemarin kami periksa sebagai saksi, semalam sudah di evaluasi dilanjutkan pemeriksaan hari ini juga di evaluasi. Sesuai permintaan tim penyidik, kami Kejati keluarkan sprindik 752 dan tunjuk jaksa untuk jadi tim penyidik TPK dengan tersangka saudara DI,” jelasnya.

Seperti diketahui, pembangunan megaproyek Kementerian ESDM terhadap 21 unit gardu induk Jawa-Bali-Nusa Tenggara sudah dimulai pada Desember 2011. Nilai proyek ini mencapai Rp 1,063 triliun. Belakangan proyek ini justru terbengkalai.
Jaksa telah melimpahkan kasus tersebut ke penuntutan. Kejaksaan juga telah menahan sembilan tersangka kasus tersebut di LP Cipinang selama 20 hari ke depan.

Kesembilan tersangka yaitu :

1. FY selaku Manajer Unit Pelaksana Konstruksi Jaringan Jawa Bali-UPK JJB IV region Jawa Barat,
2. SA (Manajer Unit Pelaksana Konstruksi Jaringan Jawa Bali-UPK JJB IV region DKI Jakarta dan Banten), dan
3. INS (Manajer Konstruksi dan Operasional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara).
4. Lalu ITS (pegawai PLN proyek induk pembangkit dan jaringan Jawa Bali),
5. Y (Asisten Engineer Teknik Elektrikal di UPK JJB 2 PT PLN),
6. AYS (Deputi Manager Akuntansi di Pikitring Jawa Bali Nusa Tenggara PLN),
7. YRS (pegawai PLN proyek induk pembangkit dan jaringan Jawa Bali),
8. EP (pegawai PLN proyek induk pembangkit dan jaringan Jawa Bali), dan
9. ASH (pegawai PLN Proring Jawa Tengah dan Yogyakarta).

Seluruh tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) jucnto Pasal 18 UU No31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kira-kira benar ‘gak ya , seorang Dahlan Iskan tersangkut kasus korupsi, kog rasa-rasanya mustahil ya…
Tapi ya kita tunggu saja kelanjutannya…apakah benar atau hanya korban politik.

Library : merdeka.com

Iklan