image
Mike Doohan podium 1 GP500 di Sentul 1997

Solobrita.com – Halloha GP lover , tidak bisa dipungkiri dewasa ini balap motor paling bergengsi MotoGp menjadi tontonan paling menarik setara dengan balap Formula 1.
Namun di Indonesia MotoGp jauh lebih populer daripada balap jet darat F1.

Populeritas dari balap motor tingkat dunia motoGP saat ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat mengembirakan, semua itu didukung oleh faktor pengelolaan yang professional dan ditambah lagi dengan adanya dukungan siaran live TV di berbagai negara.
Kawasan Asean dimana Negara kita berada ini,  yang sudah menjadi penyelenggara Era MotoGp hanya  Sirkuit Sepang Malaysia, dan sekaligus merupakan satu-satunya yang ada di kalender motoGP.
Memang harus diakui sirkuit Sepang Malaysia memang jauh lebih perfect dibanding dengan sirkuit Sentul yang kita punya.

Bahkan kita pun masih kalah dengan negara tetangga Tailand yang sudah dulu membangun sirkuit modern.
Dan mungkin rencana nantinya akan digunakan duluan sebagai ajang MotoGp . Sirkuit balap motor di Thailand Buriram International circuit (BRIC) memang sudah direncanakan untuk menjadi tuan rumah MotoGP pada tahun 2015 , namun sayang , rencana itu kandas oleh penyelenggara MotoGp Dorna yang tidak merestuinya.

image
Sirkuit BRIC Thailand

Sirkuit baru yang di bangun di Thailand dengan nama Buriram International circuit (BRIC) itu berada sekitar 250 km sebelah utara kota Bangkok, dirancang oleh desainer sirkuit terkenal Hermann Tilke, yang merancang Circuit of the Americas, Sepang dan Istanbul Park.
Sebetulnya kalu kita mau jujur, baik dari segala sisipun Pasar utama di Asia Tenggara itu adalah Indonesia, dimana tingkat pengunanan kendaraan bermotor mungkin kita nomor satu dibanding lainya,  tapi karena keterbatasan dan sirkuit yang tak memadai maka Indonesia menjadi tidak menarik buat penyelengaraan motoGP.

Padahal kalau kita kembali kebelakang, dulu kita pernah menjadi menyelengarakan seri motoGP indonesia th 1997 di sirkuit Sentul. Dimana pada waktu itu menjadi musim pertama bagi Valentino Rossi dan “rekor” di kelas 125cc, yang mana Rossi berhasil mencetak total 321 poin dan juga memenangkan gelar pertamanya mengalahkan Ueda,Manako dan Sakata., sekaligus Rossi juga memenangi balapan yang kesebelasnya di musim tersebut.

Jadi sebenarnya Indonesia kalau melihat sejarah dan potensi Indonesia sangat berpeluang untuk menjadi tuan rumah MotoGP.
Dan kalau kita lihat “sejarah” berdirinya sirkuit sentul itu dulunya dibangun dalam rangka ingin menjadikan Sentul sebagai sirkuit Formula Satu kedua di Asia setelah Jepang kala itu.
Sirkuit yang selesai dibangun th 1994 dengan panjang 4,12 kilometer, diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara penyelenggara Formula Satu.

Tapi melihat fasilitas yang ada saat ini memang Sirkuit Sentul menjadi sedikit tertinggal karena sudah tidak sesuia dengan perkembangan zaman, dikarenakan kondisi sirkuitnya sendiri memang tidak terawat dengan baik dan begitu juga dengan fasilitas, dimana seperti yang diberitakan kondisi permukaan aspal sirkuit yang kurang baik dan itulah yang menyebabkan sentul menjadi tidak cocok untuk menyelenggarakan ajang balap Jet darat sekelas Formula Satu, namun masih bisa digunakan balapn sekelas ajang Asian Formula 3 Super Series atau balapan-balapan event nasional seperti indoprix.

Dari catatan yang ada Sirkuit Senttul pernah menyelenggarakan balapan internasional , berikut history-nya :

1. MotoGp (dulu Gp500) : 1996, 1997
2. WSBK : 1994, 1995, 1996, 1997
3. A1 Gp : musim 2005-2006, musim 2006-2007

Memang harus kita sadari pula bahwa penyelengaraan motoGP itu perlu dukungan atau komitmen yang besar dari otoritas terkait sebagai Negara penyelenggara, disamping itu juga dibutuhkan sarat modal alias pemodal yang kuat dan pengelolaan sirkuit serta dukungan memadai dari berbagai pihak atau sponsor untuk bisa menghidupkan event balap itu sendiri.

Mari sama-sama kita tunggu saja kedepannya seperti apa sirkuit sentul ini nantinya dan sesuai janji yang pernah diucapkan menteri Pariwisata yang mengungkapkan keinginannya untuk bisa menyelenggarakan ajang balap MotoGp.
( baca : Sentul akan gelar MotoGp 2017 – kata pak Menteri )
Harusnya sih akan dapat dukungan/support baik dari Yamaha maupun Honda yang memang pasar terbesarnya ada di Asia Tenggara khususnya di Indonesia.
Dan tingginya angka penjualan kendaraan bermotor di wilayah ini, ditambah ketertarikan publik terhadap MotoGP yang sangat fenomenal dan meningkat pesat.

Pak menteri…kami tunggu realisasinya…jangan hanya rencana dan rencana.

….Go..go motoGP…

Iklan