image

Solobrita.com – Kisah heroik muncul di Aceh saat nelayan di perairan Kuta Langsa, Kota Langsa, Aceh.
Bagaimana tidak nelayan tersebut menyelamatkan 682 etnis Rohingya yang terombang-ambing di lautan.
Saat penyelamatan dilakukan, kondisi mereka sangat memprihatinkan. Bukan hanya perahu yang ditumpangi sudah rusak, kondisi tubuh mereka sendiri banyak luka-luka.

Seperti dilansir dari merdeka.com, luka-luka di sekujur tubuh karena perkelahian sesama di atas kapal, antara antara etnis Rohingya asal Myanmar dengan pengungsi asal Bangladesh. Kebanyakan korban yang luka dari etnis Rohingya, tubuh mereka berlumuran darah tak hanya anak-anak tapi juga wanita.
“Saat kami temukan, ada banyak bekas luka di tubuh mereka, ada luka di kepala, lengan,” kata M Nur Daud, seorang nelayan asal Langsa yang melakukan pertolongan saat itu.

Dari pantauan langsung di lapangan, saat ini tenda kesehatan sedang penuh sesak pengungsi etnis Rohingya. Mereka mengeluh demam, sakit perut, sariwan, bahkan ada yang ingin mengobati luka-lukanya.
Terlihat pula seorang pengungsi Rohingya yang usianya berkisah 50 tahun datang dengan menunjukkan jari manis luka. Jarinya dibalut dengan perban. Ada juga sejumlah luka di lengan kanannya saat diperlihatkan pada petugas kesehatan.

Ada juga dua wanita dan satu pria terkulai lemas di atas tandu dengan terpasang selang infus di tangannya. Ketiga pasien tersebut kondisi fisiknya lemah, hingga dibutuhkan penambahan cairan dengan cara diinfus.

Menteri Sosial , Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan minggu 24 mei akan mengunjungi pengungsi Rohingya dan membawa dana 2 milyar.
Pengungsi Rohingnya di Aceh kini mulai belajar bahasa Indonesia.
Bisa jadi , mereka tidak akan mau kembali ke negaranya.

Berikut galeri pengungsi Rohingnya di Aceh yang sangat memprihatinkan.

image

image

image

image

image

Iklan