MAKNA LAGU JAWA ” CUBLAK-CUBLAK SUWENG ” KARYA WALISONGO

image

Solobrita.com – Jika anda tinggal di jawa, pastinya tahu banget dengan lagu dolanan atau lagu permainan ini.
Bukan apa-apa , lagu ini hampir pasti dinyanyikan oleh anak-anak kecil pada era 90an kebawah, kalau anak sekarang sudah pastinya tidak begitu mengenal dengan lagu-lagu jawa yang ternyata sarat dengan makna itu.

Tentu kita masih ingat dolanan saat kita masih kecil dan biasanya dilakukan pas terang bulan ini bukan ?
Beberapa anak ikut bermain, satu anak duduk telungkup seperti posisi sujud dan memejamkan matanya sementara anak-anak lainnya duduk mengitarinya lalu tangan anak-anak tersebut dalam posisi menengadah menunggu giliran sebuah batu kerikil yang nanti akan jatuh dalam salah satu genggaman tangan seorang anak.
Sambil menggilir batu tsb anak-anak
menyanyikan lagu ini :

Cublak-cublak suweng
Suwenge ting gelenter
Mambu ketundung gudhel
Pak gempo lerak-lerek
Sopo ngguyu ndelekakhe
Sir-sir pong dele kopong
Sir-sir pong dele kopong
Sir-sir pong dele kopong

Selesai menyanyi lagu itu, anak yang telungkup bangun dan disuruh menebak siapa yang menggenggam batu tsb.
Si anak yang telungkup bila salah menebak maka dia akan disuruh telungkup lagi dalam fase permainan berikutnya.

image

Permainan ini pastilah sudah lama kita tinggalkan. Namun tanpa kita sadari sampai kita dewasa pun , sebenarnya kita masih melakukan ’permainan’ ini., tentunya dalam dunia nyata dalam kehidupan sehari-hari. Permainan anak-anak yang akrab bagi masyarakat Jawa ini’ternyata mengandung banyak makna dan mengajarkan kehidupan sedari kecil.
Konon (katanya) permainan ini awalnya dikenalkan oleh Walisongo.

Apa sebenarnya makna dari dolanan bocah cilik ini ?
Dari lirik lagunya bila dalam kiasan bahasa
Indonesia kurang lebih seperti ini :

Permainan ini memang mengajari tentang
pencarian harta dalam hidup. Dari lirik lagunya,

cublak-cublak suweng” …suweng artinya hiasan di telinga, lebih berharga daripada anting…identikdengan harta. Bisa diartikan ayolah ”tebak tempat menyimpan harta”

”Suwenge ting gelenter” maksudnya hartanya tersebar dimana-mana.
Hal ini terlihat pula dalam permainannya dimana anak-anak menyembunyikan batu kerikil (diibaratkan suweng) lalu beredar dari satu tangan ke tangan yang lain (”suwenge ting gelenter”)

”Mambu ketundung gudhel” = mambu artinya tercium, ketundung artinya yang dituju, sedangkan gudhel artinya anak kerbau….mengapa anak kerbau, bukan kerbaunya? Anak kerbau identik
dengan kebodohan(karena masih berwujud anak, yang belum matang alias belum tahu apa-apa).
Secara garis besar kabar tentang tempat harta ini mudah tercium (tersiar) oleh orang-orang bodoh.

”Pak Gempo lerak-lerek” = Pak Gempo melirik-lirik (mencarinya). Pak Gempo digambarkan sebagai kebalikan dari gudhel yang masih berwujud anak.
Makanya menggunakan kata awalan ’Pak’ . Pak Gempo adalah sosok manusia yang telah dewasa dan berusaha mencari harta (’suweng’) tsb.
Pak Gempo diwujudkan sebagai manusia yang berakal, beda dengan ’gudhel’ yang hanya anak hewan yang identik dengan kebodohan. Sehingga dianggap Pak Gempo bisa mencari harta tsb.
Dalam permainan wujud Pak Gempo adalah anak yang bermainan dalam posisi sujud dan akhirnya dia harus menebak siapa yang menyimpan batu kerikil tsb.

”Sopo ngguyu ndelekakhe” = Siapa yang tertawa pasti menyembunyikan. Di permainannya kita tahu bahwa anak-anak yang lain (yang tidak telungkup) pasti tertawa saat anak yang telungkup berusaha menebak siapa yang menyimpan batu kerikilnya.

” Sir-sir pong dele kopong” = di dalam hati nurani yang kosong. Suatu petunjuk bagi yang ingin mencari harta/menebak di permainan bahwa untuk mencari pelakunya gunakanlah hati nurani.
Bisa ditafsirkan secara garis besar makna dari lagu dan permainan ini adalah sebagai berikut:

Kita sebagai manusia biasa yang tercipta dari tanah. Makanya dalam permainan seorang anak harus telungkup mencium tanah seolah sedang sujud. Hanya manusia biasa yang tak tak tahu apa-apa. Namun manusia tetap ada hasrat nafsu sebagaimana nabi Adam dikeluarkan dari surga karena mencium wanita. Manusia mempunyai hasrat nafsu harta, tahta dan wanita.
Dalam lagu daerah ini manusia tetap memenuhi hasratnya untuk mencari harta (”cublak-cublak suweng”) .
Namun harta tercecer dimana-mana dan semua orang pasti menginginkannya. Begitu mudahnya tercium ’bau’ harta sampai orang tak berilmu pun tahu, kita tahu bahwa setiap hari ada maling,
copet, koruptor yang mengincar harta. Zaman sekarang istilah koruptor identik dengan ”tikus” yang sama saja binatang atau ”gudhel” dalam lagu ini.
Berarti zaman lagu dan permainan ini ditemukan, sudah diajarkan kepada masyarakat bahwa kita harus waspada akan bahaya koruptor.

Dan kita tahu tampang para koruptor seperti apa, biasanya mereka selalu senyum mesem-mesem ( ”sopo ngguyu ndelekakhe”). Lihatlah tampangnya para koruptor yang tetap saja nyengir meskipun
sudah dipanggil KPK.
Cara terbaik untuk mencari harta adalah dengan hati nurani yang bersih. Tidak dipengaruhi hawa nafsu dsb. Dengan hati nurani akan lebih mudah menemukannya, tidak tersesat.

Ternyata memang luar biasa makna permainan Jawa yang diajarkan Sunan Giri ini. Walisongo memang telah mengajarkan mengenai suatu perjalanan hidup setiap manusia sehari-hari.
Setiap hari kita mencari harta, harta tak hanya berupa kekayaan bisa berupa ilmu, jabatan, dan setiap pemuas kebutuhan hidup manusia.
Permainan ini diajarkan penyebar Islam di tanah Jawa sehingga pastilah berlandaskan Islam, untuk mencari harta janganlah menuruti hawa nafsu tetapi semuanya kembali ke hati nurani.

Semoga bermanfaat,

Mari lestarikan budaya kita sendiri, kalau bukan kita siapa lagi ?

Monggo nguri-nguri kabudayan.

Iklan

3 thoughts on “MAKNA LAGU JAWA ” CUBLAK-CUBLAK SUWENG ” KARYA WALISONGO

  1. Ping-balik: MAKNA LAGU JAWA ” LINGSIR WENGI “ | masshar2000.com

  2. I have noticed you don’t monetize your page, don’t waste
    your traffic, you can earn extra bucks every month because you’ve got
    high quality content. If you want to know how to make extra money, search
    for: Boorfe’s tips best adsense alternative

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s